Studi terbaru: Setengah dari spesies burung Amerika Utara akan punah

Setengah dari spesies burung di Amerika Utara, dari burung-burung umum seperti Baltimore oriole dan kolibri hingga penghuni padang gurun seperti burung loon dan elang botak, berada di bawah ancaman dari perubahan iklim dan banyak dari mereka terancam punah, menurut sebuah studi baru sebagaimana yang dirilis The Guardian. Lanjutkan membaca Studi terbaru: Setengah dari spesies burung Amerika Utara akan punah

Banyak burung terbakar saat melintas di Gurun Mojave

Para pekerja di pabrik alat pembangkit listrik surya (solar plant) di Gurun Mojave memiliki nama unik untuk menyebut burung yang terbang melalui sinar surya yang terkonsentrasi di pabrik, yakni “steamer” karena bulu-bulu berasap yang berasal dari burung yang terbakar menyala di udara. Lanjutkan membaca Banyak burung terbakar saat melintas di Gurun Mojave

Hermit thrush, burung kecil dengan nyanyian musikal

Ini dia salah satu burung penyanyi paling berbakat di bumi: hermit thrush (Catharus guttatus). Burung penyanyi Amerika Utara berukuran sedang ini mendapat banyak pujian baik dari musisi maupun ahli ornitologi karena nyanyian-nyanyiannya yang punya makna secara musikal. Lanjutkan membaca Hermit thrush, burung kecil dengan nyanyian musikal

Burung toowa cemerlang – foto dan suara burung

Burung toowa cemerlang bisa dideskripsikan sebagai burung besar (33 cm). Burung jantan lebih besar dari burung betina, tampak gelap dengan paruh panjang, ekor pendek dengan sayap membulat dan mengeluarkan suara desiran saat terbang. Tubuh bagian atas burung betina berwarna kayu-manis, memiliki alis dan kumis pucat, iris gelap, dan tubuh bagian bawah berpalang, serta paruh yang panjang.

Magnificent Riflebird – Ptiloris magnificus (Vieillot, 1819) Sinonim: Craspedophora magnifica

 

Burung toowa cemerlang
Burung toowa cemerlang

Mirip jenis-jenis Manukodia, bedanya Manukodia nampak lebih ramping dan memiliki ekor yang panjang.

Mirip Parotia jantan, bedanya Parotia jantan memiliki paruh lebih pendek dan kepala lebih besar.

Mirip Cendrawasih kerah jantan, bedannya ukuran Cendrawasih kerah jantan lebih kecil dan lebih ramping. Selain itu Cendrawasih kerah hidup di dataran yang lebih tinggi.

Mirip dengan Cendrawasih mati-kawat, bedanya burung Cendrawasih mati-kawat betina memiliki tudung hitam, dengan sayap merah-karat kelam dan kaki merah-jambu. Sayap Cendrawasih mati-kawat jantan berdesis keras, bukan berdesir, saat digunakan untuk terbang.

Suara

Dua populasi memiliki kicauan yang berbeda.

Populasi burung toowa cemerlang di bagian timur Sepik/Ramu (di utara) dan Kikori/Purari (di selatan) berkicau “uRAUow-urauow” dengan keras seperti mengerang dan menggeram dengan nada bagian pertama lebih tinggi dan lebih keras. Kadang juga disuarakan dalam tiga nada atau lebih.

Populasi di bagian barat berkicau “woiiieet – woit” dengan keras, mengalir dalam sepasang nada (atau tiga sampai lima nada) yang menaik. Nada bagian pertama jernih dan memiliki jangkauan lebih besar. Kicauannya mirip kicauan Paruh-sabit Kurikuri, namun dilantunkan dengan lebih lambat.

Persebaran dan ras

Dataran rendah dan perbukitan di Pulau Papua dan Australia timur laut.

Terdiri atas 3 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • magnificus ( Vieillot, 1819): Pulau Papua bagian tengah dan barat dari di sebelah timur dari Vogelkop sampai wilayah Wewak di utara dan sampai sungai Purari di selatan.
  • intercedens (Sharpe, 1882): Pulau Papua bagian timur sampai tenggara dari sekitar Wanuma (Pegunungan Adelbert).
  • alberti (Elliot, 1871): Pulau Albany dan terpencar di sekitar semenanjung Cape York (di sebelah selatan sampai wilayah Weipa di sebelah barat pantai dan sampai wilayah sungai Rocky di McIlwraith Range di timur), di Australia timur laut.

Tempat hidup dan Kebiasaan

Burung jantan berkicau keras dari tenggerannya di kanopi hutan. Utamanya memakan berbagai jenis artropoda, dan beberapa jenis buah-buahan. Kadang membuat pahatan di batang kayu yang telah mati. Hidup bergabung dengan kawanan Tepus/pitohui, menghuni tepi hutan dataran rendah dan pegunungan bawah sampai ketinggian 700 mdpl., meski kadang dapat ditemui pada ketinggian 1450 mdpl.

Suara:

Status

Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: PP  No. 7/1999, PP  No. 8/1999, UU  No. 5/1990

Galeri
Tim Laman

Foto dan suara burung tepus tunggir-merah

Burung tepus tunggir merah atau Chestnut-rumped Babbler (Stachyris maculata, Temminck – 1836) adalah burung berukuran agak kecil (17 cm), berwarna coklat-zaitun. Kekang biru terbuka, tunggir berwarna buah berangan terang, tenggorokan hitam. Dahi hitam, penuh dengan coretan putih. Dada hitam burik putih, bergradasi menjadi putih pada perut yang bercoret hitam. Tungging coklat pucat. Terdapat sedikit variasi pada beberapa ras. Lanjutkan membaca Foto dan suara burung tepus tunggir-merah

Tangkal flu burung, Inggris membuat zone eksklusif

Pemerintan Inggris mengeluarkan keterangan resmi mengenai adanya kasus flu burung yang ditemukan di sebuah penangkaran bebek di Yorkshire Inggris. Meski demikian, Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Perdesaan Defra mengatakan risiko kasus itu terhadap kesehatan masyarakat sangat kecil. Lanjutkan membaca Tangkal flu burung, Inggris membuat zone eksklusif

Foto dan Suara Burung Tepus Merbah-sampah

Tepus Merbah-sampah, Musirawas, Sumatera Selatan © Harun Subekti

Chestnut-winged Babbler
Stachyris erythroptera (Blyth, 1842)

Deskripsi
Berukuran kecil (12 cm), berwarna coklat karat. Muka abu-abu, lingkar mata biru mencolok, ekor dan sayap coklat berangan. Beberapa ras: warna abu-abu lebar pada dahi dan variasi warna merah pada tubuh bagian atas. Pada waktu berkicau, tenggorokan dikembungkan dan tampak bercak kulit biru pucat pada sisi leher.
Iris coklat kemerahan, lingkar mata terbuka biru, paruh kehitaman, kaki abu-abu krem.

Suara
Deretan nada yang nyaring dan cepat, terdiri dari 7-11 nada “pup” yang dempang, nada turun setelah empat nada. Juga dengungan membentak.
http://www.xeno-canto.org/90751/embed”

Penyebaran dan ras
Terdiri dari 5 su-spesies, dengan daerah persebaran:

  • erythroptera (Blyth, 1842) – ujung selatan Myanmar (Tenasserim selatan) dan Thailand bagian selatan, Semenanjung Malaysia, Singapura dan Kep. Natuna Utara.
  • pyrrhophaea (Hartlaub, 1844) – Sumatera, termasuk Kep. Batu, Bangka dan Belitung.
  • fulviventris (Richmond, 1903) – Kep. Banyak, lepas pantai barat-laut Sumatera.
  • bicolor (Blyth, 1865) – Kalimantan bagian urara (termasuk P. Banggi).
  • rufa (Chasen & Kloss, 1927) – Kalimantan bagian selatan.

Tempat hidup dan Kebiasaan
Burung penetap yang umum menghuni tumbuhan bawah di hutan dan semak sekunder pada ketinggian di bawah 800 m. Hidup dalam kelompok kecil, mengendap-endap dekat lantai hutan. Dapat dipancing keluar dengan suara “psst”. Lebih menyukai hutan sekunder kering dan semak. Memakan serangga dan buah-buahan kecil. Di Kalimantan musim berbiak Mar-Jul dan Okt-Nov, diperkirakan dapat berbiak lebih dari sekali dalam satu tahun. Sarang berbentuk kubah dengan pintu masuk di bagian sisi, sarang tersusun dari dedaunan kering terutama bambu dan rumput kering. Jumlah telur 2-3 butir. Tercatat menjadi obyek parasit sarang oleh burung Kedasi hitam.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan internasional :
Perlindungan : 

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Image

Foto dan Suara Burung Tepus Lurik

 

Tepus lurik, Gn Kerinci, TN Kerinci Seblat, Sumatera © James Eaton

Spot-necked Babbler
Stachyris strialata (S. Muller, 1836)

Deskripsi
Berukuran agak kecil (17 cm), berwarna coklat. Tenggorokan dan garis alis putih, ada warna hitam pada sisi leher yang berbintik putih. Tubuh bagian awah coklat karat. Tenggorokan putih (membedakannya dengan tepus lainnya).
Iris merah, paruh hitam, kaki hitam kehijauan.

Suara
Nyanyian sederhana dan ocehan sebagai tanda bahaya.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia.

Penyebaran dan ras
Terdiri dari 7 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • helenae Delacour & Greenway, 1939 – Thailand barat laut dan kawasan Laos utara di dekatnya.
  • tonkinensis Kinnear, 1938 – China selatan (Yunnan ke timur sampai Yao Shan, di Guangxi), Laos bagian utara & tengah dan Vietnam (Tonkin, Annam).
  • swinhoei Rothschild, 1903 – P. Hainan.
  • guttata ( Blyth, 1859) – Myanmar bagian selatan (Tenasserim utara) dan Thailand bagian barat.
  • nigrescentior Deignan, 1947 – Thailand bagian selatan.
  • umbrosa ( Kloss, 1921) – Sumatera bagian utara.
  • strialata ( S. Müller, 1836) – Sumatera bagian selatan.

Tempat hidup dan Kebiasaan
Umum di hutan perbukitan dan pegunungan serta rumpun bambu, antara ketinggian 250-2200 m. Pengendap yang hidup berkelompok di lantai hutan dan tumbuhan bawah yang rapat, di hutan pegunungan yang lembab.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan internasional :
Perlindungan :

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Image

Berita dan Informasi Super Hobi Burung