Tips merawat pleci tanpa doping

Untuk merangsang agar
burung pleci lebih rajin berbunyi, banyak plecimania memberikan tambahan
suplemen atau doping untuk burung peliharaannya itu. Namun penggunaan
dalam jangka panjang justru dapat mengganggu sistem metabolisme mereka.
Lalu bagaimanakah cara kita menjadikan burung bisa tampil maksimal tanpa
doping? Berikut tips merawat pleci tanpa doping.  

pleci tanpa doping

Memenuhi
kebutuhan burung pleci tidak cukup dari pemberian pakan hariannya saja,
namun pleci juga membutuhkan asupan multivitamin atau multimineral
tambahan yang dapat membantu menjaga staminanya.

Berbeda
dari multivitamin maupun multimineral, pemberian doping umumnya
dilakukan untuk menaikkan birahi burung dengan cepat. Pada burung yang
sedang ditangkarkan, pemberian doping dapat membantu proses perjodohan
yang berlanjut pada perkawinan burung. Sedangkan pada burung yang kurang
gacor, pemberian doping bisa menjadikanya semakin rajin berbunyi.

Namun
masalah yang cukup umum saat burung semakin gacor setelah didoping
adalah masalah ketergantungan. Uniknya, masalah ketergantungan ini tidak
dialami oleh si burung melainkan terjadi pada si pemilik yang ketagihan
begitu melihat burung kesayangannya bertambah gacor. Padahal pemberian
doping dalam jangka panjang justru akan mengganggu kesehatan burung
peliharaannya.

Baca juga  Merawat kenari ala pemula

Secara umum, burung yang selalu mendapatkan
asupan suplemen/dopingan secara berlebihan akan mengalami kerusakan pada
organ dalam tubuhnya, terutama hati dan ginjal akibat kelebihan
protein. Sistem metabolisme burung pun akan terganggu yang
menyebabkannya mengalami masa mabung lebih cepat/lebih lambat dari
kondisi normal.

Lalu bagaimanakan merawat pleci tanpa dopingan?
Perawatan yang rutin dan teratur menjadi kunci pleci bisa tampil
maksimal meski tanpa dopingan.

Berikut beberapa tips perawatan pleci tanpa doping:

  • Memberikan
    pakan voer seperlunya saja, karena pakan tersebut hanya merupakan pakan
    tambahan saja yang diberikan untuk kemudahan perawatan setiap harinya.
  • Jangan terlalu sering gonta-ganti pakan voernya dengan jenis/merk lain yang berbeda dari yang biasa diberikan.
  • Memberikan
    buah setiap hari dengan pemberian yang bervariasi. Buah yang diberikan
    bisa berupa jeruk sunkis, pisang dan sebagainya yang diberikan teratur
    dan berselang seling.
  • Berikan
    ulat hongkong yang mempunyai kulit berwarna putih. Ulat berwarna putih
    tersebut mempunyai lapisan kulit yang lunak sehingga dapat dicerna
    dengan baik oleh burung. Selain itu, berikan ulat hongkong tersebut
    dengan makanan yang berupa tanaman herbal/rempah-rempah yang mempunyai
    banyak manfaat. Ulat hongkong diberikan cukup 2 ekor saja pada pagi,
    siang dan sore harinya.
  • Berikan bagian dalam tubuh jangkrik (daging putihnya) sebanyak 1 ekor setiap pagi, siang, dan sore harinya.
  • Seminggu sekali pleci diberikan pakan tambahan berupa kroto  yang diberikan pada pagi atau sore harinya.
Baca juga  Eggfood sebagai makanan pendamping burung pemakan serangga

Selain pemberian pakan tersebut, perawatan pleci tanpa dopingan juga harus mewajibkan:

  • Mandi dengan air dingin
  • Penjemuran
  • Mengumbar pleci di kandang umbaran setiap seminggu sekali.

Salam kicau!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*