Tips mengatasi murai batu yang suka ngebetmen

Burung murai batu yang sering membuka sayapnya ketika bertemu musuh
dikenal dengan istiah ngebetmen. Biasanya kondisi tersebut dibarengi
pula dengan perilaku burung yang ngejeruju atau turun ke dasar sangkar
sambil ngeriwik. Hal ini tentu tidak disukai oleh kicaumania karena akan
mengurangi penampilannya saat dilombakan. Berikut tips mengatasi murai batu yang suka ngebetmen

tips mengatasi murai batu yang suka ngebetmen
Iustrasi | Foto courtesy Davidsbirds


Ngebetmen atau
dikenal juga dengan istilah ngelowo adalah sifat alami yang muncul pada
burung petarung jenis murai batu. Kondisi ini bahkan hampir sama dengan
kondisi mbagong pada burung kacer. Biasanya, perilaku tersebut muncul
jika kondisi burung sedang dalam kurang fit namun naluri fighternya
terlalu tinggi.

Walaupun demikian ,apa pemicu sebenarnya hingga
kini masih belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan pengalaman
para murai batu mania di Indonesia, kondisi ngebetmen bisa saja muncul
karena beberapa faktor berikut ini:

  • Burung yang sedang over birahi (OB).
  • Burung yang kalah mental atau down ketika melihat lawan terlalu agresif.
  • Murai batu yang belum tuntas masa mabungnya (sedang dorong sayap / ekor), namun dipaksakan untuk diadu bersama burung lain.
  • Burung yang sering dijemur secara berlebihan atau melebihi durasi yang dianjurkan.
  • Murai batu yang terlalu jinak.
  • Sudah bawaan karakter dari burung tersebut.

Untuk
penanganan burung murai batu yang terlanjur ngebetmen atau ngelowo ,
ada beberapa macam pola perawatan yang bisa diterapkan sesuai dengan apa
yang menjadi penyebab seperti pada poin di atas. Untuk lebih jelasnya,
silakan simak penanganan murai batu yang ngebetmen berikut ini:

Baca juga  Tips perawatan burung-madu lomba

Murai
batu yang alami over birahi ketika ditarungkan cenderung akan
menunjukkan perilaku ngebetmen saat melihat lawannya. Untuk
mengatasinya, sebaiknya burung tersebut diberikan terapi penenangan
terlebih dahulu dan hindari untuk melombakannya jika kondisinya masih
belum siap betul. Beberapa bentuk terapi yang bisa diberikan untuk
menurunkan birahi sang burung antara lain:

  • Rutin mengembunkan burung setiap pagi hari.
  • Mengurangi
    jatah pakan tambahannya atau extra fooding yang bisa memicu birahi
    terutama jangkrik, sedangkan pakan yang bisa diberikan untuk mengurangi
    over birahi adalah cacing tanah atau ulat bambu yang diberikan pada pagi
    dan sore hari sampai kondisinya benar-benar pulih kembali.
  • Rutin mengumbar burung dalam kandang umbarannya setiap hari.
  • Mengurangi durasi penjemuran.
  • Memberikan multivitamin BirdVit selama masa terapi.

Selain
beberapa pola perawatan seperti di atas, hal-hal lain yang perlu
diperhatikan ketika akan mengadukan burung murai batu agar terhindar
dari kondisi ngebetmen atau ngelowo adalah sebagai berikut:

  • Perhatikan
    umur burung sebelum dilombakan. Burung murai batu yang masih muda
    cenderung belum mempunyai pengalaman saat bertemu dengan lawan-lawannya
    terutama yang sudah mapan. Emosi mereka masih belum stabil dan terkadang
    meluap-luap, akibatnya burung tersebut bisa kelelahan dan berakhir
    dengan kondisi ngebetmen.
  • Hindari melombakan burung yang belum
    tuntas masa mabungnya atau sedang membereskan mabung, terutama saat
    proses dorong ekor / sayap. Burung murai batu yang sedang dalam kondisi
    tersebut cenderung belum memiliki fisik dan stamina yang fit, sehingga
    sangat rentan alami ngebetmen atau kalah mental/ngedrop. Hal yang sama
    berlaku pada murai batu yang terpantau jatuh bulu atau sedang memasuki
    masa mabungnya.
  • Jika ngebetmen terjadi akibat burung yang
    terlalu lama dijemur, maka terapi yang dilakukan adalah mengurangi atau
    menghentikan asupan pakan tambahan pemicu birahi dan bersifat panas
    seperti jangkrik dan ulat hongkong, pakan yang diberikan cukup cacing
    tanah dan ulat bambu saja. Selain itu, pemberian mandi sebaiknya
    ditambah dari yang biasanya dan penjemuran mulai dikurangi durasinya.
  • Untuk
    menangani masalah ngebetmen akibat burung murai batu yang terlampau
    jinak, maka yang dibutuhkan adalah kemauan dari si pemilik burung
    tersebut. Salah satu contohnya adalah ketika memberikan pakan jangkrik
    atau serangga lainnya, untuk membiasakan agar burung tidak terlampau
    jinak maka pemberiannya tersebut sebaiknya tidak dilakukan dengan
    diasongkan / disodorkan pada si burung, akan tetapi cukup dimasukkan ke
    dalam cepuknya lalu ditinggalkan.  Selain itu, pengumbaran yang teratur
    bisa membuat burung jadi tidak terlalu jinak.
  • Bagian terakhir
    adalah kondisi ngebetmen yang terjadi akibat mental atau karakter
    bawaan. Jika ini yang menimpa burung anda, maka akan sulit sekali untuk
    mengatasinya. Salah satunya cara yang bisa dilakukan adalah rutin
    memberikan multimineral seperti BirdMineral ataupun suplemen khusus seperti Testobird Booster
    untuk membantu mengatasi masalah metabolismenya sehingga nalurinya
    sebagai burung petarung (fighter) akan kembali muncul dan siap untuk
    ditandingkan.
Baca juga  Membuat pakan basah yang kaya manfaat untuk burung kicauan

Itulah beberapa penanganan masalah burung
murai batu yang kerap ngebetmen. Dengan melakukan beberapa perawatan
dengan teratur maka si burung akan kembali bisa tampil dengan lebih
maksimal, sehingga bisa membanggakan majikannya.

Semoga bermanfaat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*