Merawat murai air agar rajin bunyi untuk masteran

Penampilannya yang kurang menarik membuat burung murai air tidak
begitu popular di kalangan kicaumania, bahkan tidak sedikit pedagang
yang enggan menjual spesies ini dengan alasan kurangnya peminat.
Walaupun begitu, mereka juga mengakui kalau burung murai air yang sudah
gacor ternyata banyak dicari untuk masteran. Tips berikut akan mengulas
bagaimana merawat murai air agar rajin bunyi untuk masteran.

burung murai air
Murai air mancur


Dengan tubuh yang didominasi warna abu-abu dan ekornya yang panjang, long-tailed sibia atau Heteropahasia Picaoides
tidak begitu banyak dipelihara oleh penggemar burung. Akan tetapi,
ketika spesies ini sudah dalam kondisi rajin bunyi atau gacor, tidak
sedikit kicaumania yang tertarik merawatnya sebagai burung masteran,
lantaran suara kicauannya yang cukup tajam dan cukup rapat.

Baca juga  Pesona ceret jawa, burung endemik di Pulau Jawa

Untuk
mendapatkan burung murai air yang rajin berbunyi, ada beberapa perlakuan
khusus yang diberikan dalam perawatan hariannya. Perlakuan khusus
tersebut meliputi pemberian pakan dan menjaga kebersihannya.
Berikut perawatan harian burung murai air agar rajin bunyi untuk masteran:

  • Murai
    air adalah burung pemakan serangga seperti halnya beberapa jenis burung
    peliharaan yang umum lainnya. Karena itulah, dalam perawatan hariannya,
    pakan tambahan seperti kroto segar yang bersih dan tidak berbau harus
    diberikan secara rutin setiap hari, terutama di pagi hari untuk
    memancing agar burung selalu rajin berbunyi.
  • Selain itu,
    pemberian jangkrik yang cukup bisa membantu merangsang murai air untuk
    lebih rajin berbunyi. Berikan jangkrik sebanyak 4 ekor pada pagi dan
    sore harinya.
  • Burung ini pun dikenal sangat gemar mandi, karena
    itu, untuk lebih merangsang agar lebih rajin berbunyi maka pemberian
    mandi bisa dilakukan sebanyak dua – tiga kali sehari.
  • Yang perlu
    diperhatikan adalah penjemuran yang tidak berlangsung lama karena
    spesies ini sangat rentan stres jika terpapar panas matahari dalam waktu
    yang cukup lama. Penjemuran sebaiknya dilakukan selama 45 – 60 menit
    saja yang bisa dilakukan pada pagi hari dan juga pada sore hari, atau
    setelah burung dimandikan.
Baca juga  Kisah mengharukan dari sepasang burung

Itulah beberapa tips khusus agar
burung murai lebih rajin berbunyi untuk dimanfaatkan sebagai masteran
bagi burung kesayangan anda.

Semoga bermanfaat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*