Burung takur ungkut-ungkut yang berperilaku mirip pelatuk

Takur ungkut-ungkut atau Coppersmith barbet (Megalaima haemacephala) adalah jenis burung berukuran sedang dengan tubuh didominasi warna hijau, kepala merah, dan dada yang bergaris-garis. 

burung takur ungkut-ungkut


Spesies burung ini sangat menyukai buah-buahan, dan salah satu yang menjadi pakan favoritnya adalah buah yang berasal dari pohon beringin. Bahkan tidak hanya tuan takur ini saja yang menyukainya, beberapa spesies lainnya pun sangat menyukai buah tersebut, di antaranya punai gading (Treron vernans), kutilang (Pycnonotus aurigaster), dan perling kumbang (Aplonis panayensis).

Adapun jenis burung takur rata-rata mempunyai leher besar dan paruh yang cukup kokoh seperti halnya burung pelatuk. Bukan itu saja, kebiasaannya pun hampir mirip dengan burung pelatuk. Takur memang seringkali terlihat mematuki batang pohon yang sudah mati untuk membuat lubang yang akan digunakan sebagai tempat bersarangnya.

Baca juga  Murai batu arung yang bukan murai batu

Takur ungkut-ungkut memiliki penyebaran cukup luas meliputi Pakistan barat sampai ke Cina barat daya, Filipina, Sumatera, Jawa dan Bali. Terdapat sembilan subspesies dengan penyebarannya, yaitu:

indica tersebar di Pakistan timur-laut ke timur sampai China selatan, ke selatan sampai Sri Lanka, Singapura dan Vietnam.

  1. Megalaima haemacephala delica tersebar di Sumatera.
  2. Megalaima haemacephala rosea tersebar di Jawa and Bali.
  3. Megalaima haemacephala haemacephala tersebar di Filipina utara: Luzon, Mindoro.
  4. Megalaima haemacephala homochroa tersebar di Tablas, dimungkinkan juga di Romblon dan Masbate (Filipina).
  5. Megalaima haemacephala celestinoi tersebar di Catanduanes, Biliran, Samar, Leyte (Filipina).
  6. Megalaima haemacephala intermedia tersebar di Filipina bagian tengah: Panay, Guimaras, Negros.
  7. Megalaima haemacephala cebuensis tersebar di Cebu.
  8. Megalaima haemacephala mindanensis tersebar di Mindanao.
Baca juga  Mengenal ragam jenis kenari import part 2

Suara kicauannya hampir mirip dengan suara burung takur atau bultok lainnya, yaitu suara berupa “tuk – tuk” yang berulang-ulang. Untuk mendengarkan suaranya, silakan pencet tombol play di bawah ini:

Semoga bermanfaat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*