burung di atas jalanan

Lalu lintas yang bising bisa mengancam kehidupan burung

Lalu lintas dan segala kebisingan suara buatan manusia bisa mengancam kelangsungan hidup burung muda karena mereka kesulitan berkomunikasi dengan induk mereka, sebuah penelitian memperingatkan hal itu.

burung di atas jalanan
images.nationalgeographic.com

 

Sebagaimana diulas Telegraph, anak burung rentan dan tidak mampu terbang dari sarang mereka. Mereka bergantung pada orang tua mereka untuk mendapat makanan dan perlindungan dari predator.

Menghadapi persaingan dari saudaranya yang juga lapar, anak burung secara naluriah bereaksi terhadap tanda-tanda apakah induk mereka memiliki makanan, dengan penuh semangat berupaya menarik perhatian.

Meski respon cepat ini meningkatkan kemungkinan mereka bisa mendapatkan makanan yang baik, perilaku ini juga mendatangkan resiko lain, yakni salah menganggap predator sebagai induknya. Di sisi lain, jika anak burung yang terlalu berhati-hati gagal mendengar induk mereka mendekat membawa makanan, mereka bisa tidak mendapatkan makanan.

Peneliti Kanada mengatakan populasi burung berada di bawah ancaman tidak hanya oleh kerusakan habitat tetapi karena kebisingan suara dari kota-kota dan rute transportasi yang mengganggu panggilan antara anak burung dan induknya.

Dalam serangkaian percobaan, anak burung diperdengarkan rekaman suara induk yang memperingatkan adanya predator atau mengumumkan adanya makanan. Para peneliti, dari Universitas Dalhousie di Nova Scotia, membandingkan respon burung muda ketika rekaman diputar dengan latar belakang kebisingan latar atau di lingkungan yang tenang.

Tim menemukan respon anak burung pada suara yang berlatar belakang kebisingan berkurang nestlings baik dalam panggilan makan ataupun panggilan alarm. Mereka sering gagal menanggapi panggilan makan dan terus memanggil-manggil, bukannya merunduk dan diam ketika induk memperingatkan adanya predator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *