Burung pipit bondol peking sedang trend di Yogyakarta

Banyak pecinta burung di Yogyakarta saat ini menyukai burung pipit bondol peking atau Lonchura Punctulata sebagai burung peliharaan karena keunikan warna bulunya. Sebab, burung pemakan biji-bijian ini memiliki keberagaman warna bulu dan menguntungkan untuk dibudidayakan.

“Burung Emprit yang lagi digemari, karena keindahan bulu dan mudah dipeliharanya” tutur Mulyadi (66) salah satu penjual burung di pasar Pasty, Dongkelan, Jalan Bantul KM 1 Yogyakarta, Sabtu(15/11/2014), sebagaimana dilansir Tribunnews.com Jogja.

Bondol peking Lonchura punctulata
Bondol peking, Lonchura punctulata dari Darmaga, Bogor (Wikipedia.org).

Tiap harinya Pak Mul bisa menjual burung Emprit ini 2-3 pasang dengan kisaran harga mulai dari Rp. 250.000 – Rp. 350.000 per pasang.

Burung ini, kata Pak Mul, mudah dipelihara sehingga ketika menangkarkannya pun tidak akan mengalami kesulitan yang berarti. Burung ini juga mudah masuk dalam tempat sarang lalu membuat sarang dan kawin untuk kemudian berbiak. Dari persilangan inilah dihasilkan warna-warna yang indah dan beragam.

Di Indonesia terdapat 21 spesies burung bondol. Empat di antaranya cukup populer di kalangan pecinta burung, yaitu Bondol Peking, Bondol Jawa, Bondol Haji, dan Bondol Perut Putih.

Secara umum, bondol termasuk jenis burung kecil yang tergolong ke dalam marga Lonchura suku Estrildidae. Sebelumnya, marga ini dimasukkan ke dalam suku manyar-manyaran, Ploceidae. Marga ini hidup menyebar luas di Afrika dan Asia bagian selatan, mulai dari India dan Sri Lanka ke timur hingga Indonesia dan Filipina.

Baca juga  Foto dan Suara Burung Alap-alap Australia

Secara umum, bondol juga dikenal luas sebagai burung pipit. Dalam bahasa Inggris, burung-burung ini dikenal dengan sebutan munia (atau minia), mannikin (dari bahasa Belanda mannekijn, ‘orang kecil’), atau silverbills, merujuk pada paruhnya yang berwarna timah atau keperakan.

Burung pipit yang gemar mengelompok dan hidup di habitat terbuka, seperti persawahan, padang rumput, paya, dansabana. Terutama bersifat pemakan biji-bijian, pipit ini sering terlihat turun ke tanah atau makan di rerumputan tinggi. Beberapa spesiesnya tercatat juga memakan alga seperti Spirogyra.

Sarangnya terbuat dari rumput-rumputan yang dianyam membentuk bulatan besar serupa bola tertutup, tempat menyimpan 4-10 butir telurnya yang berwarna keputih-putihan. Beberapa spesies juga memiliki pohon tenggeran tempat burung-burung ini melewatkan malam secara bersama-sama.

Burung-burung bondol memiliki bentuk dan ukuran tubuh yang kurang lebih serupa, kecil namun tegap, berparuh pendek-tebal, berekor relatif pendek. Panjang tubuh umumnya sekitar 10–12 cm. Warna bulunya merupakan kombinasi antara coklat, hitam dan putih, serupa saja di antara burung jantan dan betina; burung-burung muda berwarna lebih pucat atau suram.

Kemiripan di antara anggota-anggota marga ini dan adanya anak jenis (subspesies) yang memiliki suara dan warna berbeda, mengindikasikan kemungkinan adanya ras atau anak jenis yang layak dipertimbangkan sebagai spesies tersendiri. Bondol afrika dan bondol india kini telah dianggap sebagai jenis terpisah, begitu pula dua ras dari bondol coreng.

Baca juga  Tips membedakan murai batu borneo dan sumatera

Jenis-jenis pipit sering ditangkap orang untuk dipelihara, sebagian di antaranya bahkan telah menjadi komoditas perdagangan yang populer. Pipit yang kemudian dilepaskan, atau tak sengaja terlepas, dari kandang, di beberapa tempat kemudian berhasil membentuk populasi burung lepasan yang meliar (feral). Contohnya adalah bondol peking di Kalimantan.

Spesies burung bondol

Nama-nama Indonesia terutama mengacu pada “Daftar Jenis Burung-burung di Indonesia (2010)”.

  • Bondol coklat, Lonchura atricapilla
  • Bondol dwiwarna, Lonchura bicolor
  • Lonchura caniceps
  • Bondol afrika, Lonchura cantans
  • Bondol dada-coklat, Lonchura castaneothorax
  • Lonchura cucullata
  • Bondol oto-hitam, Lonchura ferruginosa
  • Bndol tunggir-kuning, Lonchura flaviprymna
  • Lonchura forbesi
  • Lonchura fringilloides
  • Bondol kalimantan, Lonchura fuscans
  • Bondol paruh-besar, Lonchura grandis
  • Lonchura griseicapilla
  • Lonchura hunsteini
  • Lonchura kelaarti
  • Bondol perut-putih, Lonchura leucogastra
  • Bondol jawa, Lonchura leucogastroides
  • Bondol tutul, Lonchura leucosticta
  • Bondol haji atau Emprit Haji, Lonchura maja
  • Bondol india, Lonchura malabarica
  • Bondol rawa, Lonchura malacca
  • Bondol bismarck, Lonchura melaena
  • Bondol taruk, Lonchura molucca
  • Bondol jayawijaya, Lonchura montana
  • Lonchura monticola
  • Bondol madagascar, Lonchura nana
  • Bondol topi-putih, Lonchura nevermanni
  • Lonchura nigerrima
  • Lonchura nigriceps
  • Bondol kepala-pucat, Lonchura pallida
  • Lonchura pallidiventer
  • Bondol peking, Lonchura punctulata
  • Bondol pancawarna, Lonchura quinticolor
  • Bondol buba, Lonchura spectabilis
  • Bondol tunggir-putih, Lonchura striata
  • Bondol hitam, Lonchura stygia
  • Bondol dada-hitam, Lonchura teerinki
  • Bondol coreng, Lonchura tristissima
  • Bondol arfak, Lonchura vana

 

 

1 Trackback / Pingback

  1. Burung pipit, jalak, branjangan dan burung umum lainnya mulai langka di Eropa | Informasi Dunia Burung - iBurung.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*