Bukti DNA menunjukkan burung moa diburu manusia sampai musnah

Bertentangan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan burung moa punah karena bencana kelaparan, sebuah studi baru yang dilakukan oleh tim peneliti internasional menunjukkan bahwa manusialah penyebab kepunahan mendadak semua spesies moa di Selandia Baru sekitar 600 tahun yang lalu.

Moa

Dalam tulisan mereka yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences, tim menjelaskan tes DNA yang mereka lakukan, bersama dengan bukti arkeologi yang mereka klaim, membuktikan bahwa manusia adalah penyebab kematian burung terbang raksasa ini. (Baca artikel sebelumnya: Burung moa punah karena bencana kelaparan: Hasil penelitian terbaru)

Moa merupakan endemik Selandia Baru yang bisa terbang (penelitian sebelumnya menunjukkan mereka mungkin berevolusi menjadi burung terbang selama jutaan tahun). Kerabat terdekat mereka adalah burung Amerika Selatan yang dikenal sebagai tinamous yang juga bisa terbang.

Baca juga  Tips membedakan murai batu borneo dan sumatera

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa spesies moa sudah menurun ketika manusia (orang Polinesia di tahun 1300) pertama kali tiba di Selandia Baru, dikarenakan faktor lingkungan vulkanik atau lainnya. Dalam upaya terbaru ini, tim peneliti membantah temuan sebelumnya, mengklaim bahwa mereka memiliki bukti yang menyatakan bahwa manusia bertanggung jawab atas kematian burung ini.

Untuk mengetahui apakah jumlah burung itu sempat menurun, para peneliti melakukan dua jenis analisis DNA (mitokondria dan nukleus) pada 281 set fosil tulang yang berbeda dari empat spesies yang berbeda. Usia spesimen berkisar antara 12.966 sampai hanya 602 tahun yang lalu. Hasilnya mereka tidak menemukan bukti bahwa spesies ini menurun.

Biasanya, mereka mencatat, spesies yang mengalami kesulitan hidup akan menjadi kurang beragam secara genetik saat jumah populasi berkurang. Dalam kasus moa, tidak ada tanda-tanda seperti itu, sebaliknya, ternyata populasi moa sehat dan bahkan berkembang sampai ke waktu ketika manusia pertama kali muncul. Dua ratus tahun kemudian, mereka semua musnah.

Baca juga  Burung pandai mempelajari teknik mencari makan dari burung lain

Para peneliti mencatat bahwa sebelum kedatangan manusia, moa hanya memiliki satu predator, jenis elang besar (Haast) yang juga telah punah (kemungkin karena kematian sumber makanan utamanya). Tidak ada bukti bahwa elang Haast meningkat populasinya dan membinasakan moa.

Tim juga mencatat bahwa gundukan besar tulang moa telah ditemukan di berbagai tempat, juga termasuk kulit telur. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa manusia memakan moa pada semua tahap kehidupan mereka, yang tentunya membuat burung sangat sulit bereproduksi.

Secara keseluruhan, para peneliti menyimpulkan bahwa bukti menunjukkan satu-satunya kesalahan atas kepunahan moa terletak pada manusia purba yang memburu mereka sampai punah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*