Paradise Whydah, finch eksotis yang susah untuk ditangkarkan

Burung finch memang selalu menarik untuk dibahas, bukan hanya karena
suara uniknya tetapi karena kelompok finch ini memiliki spesies burung
yang cukup beraneka ragam jenis dan perilakunya. Misalnya saja pin-tailed whydah
dan long-tailed paradise whydah, kedua spesies ini cukup unik karena
memiliki ekor yang panjang, dan suara kicauan yang bisa dimanfaatkan
untuk memaster burung lainnya. Dan tahukah anda, menangkar burung ini
ternyata cukup rumit juga loh!.

Paradise whydah, lebih banyak dipelihara dari pada ditangkarkan

Long-tailed Paradise whydah (Vidua paradisaea)
adalah burung penetap (non-migrasi) dari spesies burung penyanyi yang
memiliki habitat dan penyebaran di wilayah Afrika. Nama mereka diambil
dari bentuk ekornya yang sangat panjang. Burung finch ini juga dikenal
sebagai widow birds karena bulu-bulu mereka akan
berubah menjadi hitam dengan ekornya yang bertambah panjang selama
musim kawin. 

Ukuran tubuh antara burung jantan dengan betina hanya
sekitar 13 cm panjangnya, namun burung jantan akan menumbuhkan ekornya
hingga mencapai 40 cm pada, selama musim berkembang biak. Di luar itu,
baik burung jantan atau betina sama-sama memiliki ekor yang pendek. 

Dalam satu tahun, burung paradise whydah jantan akan mengalami 3 kali
perubahan bulu pada masa mabungnya. Pada kondisi normal atau diluar
musim kawin, warna bulu mereka lebih mirip burung betina dengan warna
burung gereja pada umumnya, dengan ekornya yang pendek.

Paradise whydah jantan (kiri) dan burung betina

Menjelang
musim kawin, mereka akan mengalami masa mabung yang akan merubah
bulu-bulu mereka menjadi warna yang lebih eksotis dan cantik, dengan
ekornya yang panjang bisa mencapai 35 cm, setelah mulai berkembang biak
bulu-bulu mereka akan kembali berubah menjadi lebih hitam mengkilap
dengan ekor yang bertambah panjang mencapai 40 cm. Lalu keadaan akan
kembali ke semula setelah mereka melewatkan masa-masa tersebut.

Baca juga  Teknik menangkar burung bagi pemula
Selama berkembang biak, warna bulu burung jantan akan menjadi lebih hitam dengan ekor yang semakin panjang

Seperti
juga berbagai jenis burung finch lainnya, paradise whydah memakan
biji-bijian sebagai makanan utama mereka, termasuk biji gandum, millet
dan terkadang memakan rayap dan larva. 
 
Rumitnya menangkarkan paradise whydah 
 
Selain itu, keunikan lain adalah, butuh trik-trik khusus dalam
menangkarkan spesies burung ini. Ya, seperti halnya pin-tailed whydah,
burung paradise whydah ini pun merupakan burung parasit yang berkembang
biak dengan cara menitipkan telur-telur mereka pada sarang burung finch
jenis lainnya. 
 
Tidak mudah mengembang biakkan paradise whydah ini, butuh
trik-trik khusus jika kita berniat menangkarkan mereka. Sebagai burung
parasit, paradise whydah termasuk burung pemilih yang akan memilih-milih
calon induk asuh / inang untuk anak-anak mereka. 
 
Tidak seperti
pin-tailed whydah yang memilih burung dari jenis waxbill sebagai
inangnya, paradise whydah cenderung memilih sarang burung melba finch
atau Green-winged Pytilia (Pytilia melba) sebagai tempat
penitipan telurnya. 
 
Burung paradise whydah cenderung memilih inang
berdasarkan warna telur dan bentuk piyikan yang hampir / mirip dengan
telur dan piyikan mereka, bahkan mereka memiliki kemampuan meniru telur
dan bentuk rongga mulut piyikan dari inangnya, sehingga dengan demikian
induk asuhnya tidak akan menaruh curiga dan akan tetap mengasuh mereka
hingga dewasa.  
 
Dengan demikian, tidak semua jenis burung finch bisa
dimanfaatkan untuk membantu pengembang biakkan burung ini.

Burung melba finch dan anak burung melba yang akan ditiru oleh anakan paradise whydah

Selain
itu kemampuan anak burung ini dalam meniru suara burung inangnya pun
cukup luar biasa. Piyik dari burung paradise whydah sudah belajar untuk
mempelajari lagu-lagu yang dimiliki oleh induk asuhnya, termasuk suara
piyikan lain pada waktu merengek meminta makanan. 

Baca juga  Melatih burung-madu / kolibri mau makan kroto yang diberikan

Karena itu, jika anda
berniat menangkarkan paradise whydah, sebaiknya gunakan beberapa pasang
burung melba finch dalam kandang koloni atau aviary, sedangkan sepasang
burung paradise whydah ditempatkan dalam sangkat harian mereka yang
ditempelkan pada kandang aviarynya, agar mereka bisa memperhatikan
kondisi burung melba finch yang berada dalam kandang aviary tersebut,
keberadaan melba finch yang sedang menyusun sarang bisa merangsang
paradise whydah untuk kawin dan bersiap untuk bertelur. 

Setelah melba
finch mulai bertelur, masukan burung paradise whydah ( bisa juga induk
betina saja atau sepasang ) dalam kandang aviary tersebut, lalu pantau
apakah mereka akan bertelur dalam sarang dari melba finch tersebut.

Jika
burung betina paradise terlihat bertelur, maka proses penangkaran bisa
dikatakan baru setengah berhasil. Setelah itu indukan paradise whydah
bisa diangkat  dipindahkan dari kandang aviary tersebut. 

Namun, jika
anda tidak bisa menemukan burung melba finch, alternatif lain adalah
mencari finch yang memiliki warna telur dan bentuk rongga mulut dari
piyikan yang sama dengan melba finch, sehingga insting mereka tetap akan
menggunakan sarang tersebut untuk meletakkan telur-telurnya. Cukup
rumit memang, dan itulah sebabnya banyak penggemar burung di berbagai
negara lebih senang memelihara mereka dari pada menangkarkannya. 

Suara paradise whydah 

Suara kicauan paradise whydah cukup bervariasi dengan beberapa irama
atau lagu yang cukup cepat. Lagu-lagu mereka jika ditiru oleh burung
kicauan lainnya tentu akan menjadikan satu nilai tambah tersendiri.

Berikut suara kicauan dari burung paradise whydah

  • Suara kicauan paradise whydah variasi 1 [DOWNLOAD]
  • Suara kicauan paradise whydah variasi 2 [DOWNLOAD]

Semoga bermanfaat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*