Penangkaran Burung Cucak Hijau

Untuk penangkaran burung cucak hijau dipilih indukan jantan yang
sehat, tidak cacat serta bersuara gacor dengan perkiraan umur diatas 2
Tahunan, sementara untuk burung cucak hijau betina bisa dipilih yang
masih berusia diatas 1 Tahunan, bertubuh mulus tidak cacat dan sudah mau
bersuara kalau misalnya didekatkan dengan burung jantan. Untuk
pemilihan indukan jantan dan betina ini bisa dipilih burung yang sudah
jinak atau burung yang sudah tidak takut lagi dengan manusia.
Jika
calon indukan sudah didapatkan, sekarang kita akan memasuki proses
penjodohan, pada proses ini si burung bisa ditempatkan dalam kandang
perjodohan yang berupa kandang bersekat yang sekatnya bisa dilepas
sewaktu-waktu. atau jika belum memiliki kandang tersebut bisa dengan
menempelkan sangkar harian burung jantan dan betina selama masa
perjodohan.

Adapun
maksud dari penggunaan kandang bersekat ataupun penempelan sangkar
kedua burung tersebut adalah untuk menaikan birahi sang jantan, yang
diawali dengan kicauan burung jantan yang selalu diarahkan pada si
burung betina dan jika si burung betina menanggapi kicauan burung jantan
dengan suara khasnya ( siulan ) maka berarti proses perjodohan bisa
dikatakan 75% berhasil, tinggal mencoba menyatukan kedua burung tersebut
dalam satu kandang atau jika menggunakan kandang bersekat tinggal
menarik sekatnya untuk memantau apakah si burung sudah benar-benar
berjodoh. Lamanya proses perjodohan ini tergantung dari kondisi birahi
masing-masing burung bahkan bisa memakan waktu lama jika salah satu dari
burung tersebut entah jantan atau betina belum benar-benar dalam
kondisi birahi.
Berikut adalah tips untuk membuat burung cucak hijau cepat berjodoh;
Hari
pertama berikan ekstra fooding (EF) yang lebih dari biasanya, contoh;
jantan dan betina diberikan EF berupa jangkrik 10 ekor dan Cacing 10
ekor untuk menaikan birahinya.
Hari kedua berikan ekstra fooding (EF) yang sama untuk si jantan sementara untuk pemberian EF ke Betina dikurangi setengahnya.
Hari
ketiga Pemberian ekstra fooding (EF) untuk burung jantan ditambah
sementara pemberian EF untuk burung betina dihilangkan, bertujuan agar
pada saat si jantan birahi dia akan mencoba memainkan EF tersebut di
mulutnya dan si betina yang kelaparan akan mencoba meminta jatah
tersebut dari si jantan,
Proses tersebut berlanjut hingga beberapa hari kedepan bahkan bisa lebih semua tergantung dari burungnya.
Untuk menaikan birahi agar burung yang lama atau susah berjodoh bisa cepat berjodoh bisa menggunakan BirdMature yang juga merupakan salah satu produk unggulan dari rekan saya mas duto dengan webnya omkicau.com ( sukses selalu ya om ..) ,
BirdMature adalah produk untuk meningkatkan birahi burung secara cepat, terutama untuk burung-burung penangkaran.
Untuk
mengetahui apakah mereka bisa akur atau tidak, sesekali mereka dicampur
terutama di saat dimandikan di karamba. Kalau mereka tidak tengkar,
maka bisa dicoba dijadikan satu. Kalau masih ada tanda-tanda bertengkar,
maka perlu dipisah lagi. Lakukan hal itu sampai burung benar-benar mau
dikumpulkan jadi satu tanpa saling serang.
Setelah penjodohan selesai, maka kedua burung langsung dimasukkan ke kandang penangkaran.

Masa Pengeraman
Seperti
halnya penangkaran burung pada umumnya, cucak ijo membutuhkan
lingkungan yang tenang. Paling tidak, harus terbebas dari gangguan
predator (kucing, tikus dll). Sementara untuk menghindarkan burung dari
serangan penyakit yang berasal dari parasit, maka Anda harus memastikan
kandang yang relatif bebas parsit dan serangga pengganggu seperti semut
dan kecoak.
Parasit pengganggu burung di penangkaran ada
macam-macam. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan
betina tidak nyaman dalam mengeram. Akibatnya, burung tidak tenang dan
selalu turun dari sarang. Jika ini berulang terjadi, maka dipastikan
telur tidak bisa menetas karena tidak mendapatkan suhu pengeraman yang
stabil. Kadang-kadang, gangguan parasit juga menyebabkan indukan berlaku
agresif dan bisa mengobrak-abrik sarang, makan telur sendiri, dan
lain-lain.
Selama masa mengeram, ekstra fooding perlu dikurangi
dengan tujuan agar kedua burung tidak naik birahinya yang juga sering
menyebabkan mereka berlaku agresif baik terhadap pasangan amupun
terhadap telur yang sedang dierami.
Setelah usia pengeraman 14
hari, maka telur burung cucak ijo akan menetas. Untuk mengantisipasi
masa menetas, maka mulai hari ke-12 pengeraman, Anda perlu meningkatkan
jumlah ekstra fooding dan menyediakan kroto sebagai pakan pertama yang
akan diberikan indukan kepada anakannya.
Manajemen anakan
Jika
telur telah sukses menetas, maka anakan cucak ijo bisa Anda petik
antara usia 5-10 hari. Kalau kurang dari 5 hari, kondisi burung terlalu
lemah dan kadang menyulitkan kita untuk menyuapkan pakan. Sementara jika
lebih dari 10 hari, burung sudah takut dengan manusia. Akibatnya,
mereka takut disuapi dan pada saat yang sama mereka belum bisa makan
sendiri. Selanjutnya, ya bisa mati-lah anak-anak cucak ijo.
Anak-anak
cucak ijo bisa Anda letakkan di wadah apa saja yang penting ada
landasan dengan bahan yang sama dengan yang dibuat untuk membuat sarang
di kandang penangkaran. Untuk landasan teratas bisa kita beri kapas agar
lembut dan tidak melukai anakan burung. Anakan di wadah khusus itu
kemudian bisa Anda letakkan di dalam kotak kayu atau kotak apa saja,
dengan diberi lampu penghangat.
Sedangkan untuk pakan anakan cucak
ijo yang diambil pada usia 5-10 hari, Anda bisa menyiapkan kroto yang
benar-benar bersih dari kotoran dan bangkai semut. Suapkan perlan-pelan
dengan alat suap yang bisa Anda buat seperti penjepit yang terbuat dari
bambu. Atau Anda bisa membuat dengan bentuk apapun yang penting bisa
untuk menyuapkan kroto ke paruh burung anakan. Kroto yang akan Anda
berikan, perlu ditetes air sedikit sehingga memudahkan burung anakan
untuk menelannya.
Untuk burung-burung di atas usia 7 hari, Anda
juga bisa memberikan kroto yang dicampur dengan adonan voer. Untuk
memastikan kecukupan vitamin dan mineral anakan burung, Anda perlu
menambahkan BirdVit ke dalamnya.
Anakan burung pada usia 15 hari
ke atas, Anda sudah bisa mulai memberikan jangkrik kecil yang
dibersihkan kaki-kakiinya, dan dipencet kepalanya. Atau kalau untuk
pemberian di masa-masa awal, jangan disertakan kaki dan kepalanya. Lebih
baik lagi kalau Anda bisa memberikan jangkrik yang sedang mabung, yakni
masih lembut dan berwarna putih.
Ketika anakan burung sudah mulai
meloncat-loncat kuat di dalam boks sarang, Anda bisa memindahkannya ke
dalam sangkar gantung. Hanya saja perlu diingat, dasar sangkar gantung
tetap diberi landasan bahan yang sama dengan bahan pembuat sarang.
Tujuannya adalah mencegah kaki burung anakan cedera. Sementara untuk
tangkringan harus dibuat bertingkat agar burung juga belajar meloncat
antar tangkringan.
Sementara itu untuk manajemen indukan pasca
anakan diambil, Anda bisa menyetting pakan untuk indukan seperti pada
masa pasca penjodohan. Setelah anakan diambil, biasanya 7-10 hari
setelahnya, betina mulai bertelur lagi. Hal ini berulang terus dan akan
mengalami perubahan ketika burung mengalami masa mabung. Mabung pada
cucak ijo pada umumnya memang tidak sekaligus bulu ambrol dalam rentang
hari yang pendek, tetapi nyulam-nyulam.
Dengan model mabung
seperti ini, maka tidak mengherankan masih ada juga cucak ijo yang tetap
betelur meski bulu mulai jatuh. Namun demikian, ada juga yang berhenti
berproduksi seketika. Hal ini memerlukan kecermatan Anda untuk
memberikan asupan yang bagus untuk burung penangkaran, sehingga meskipun
kondisi fisik terlihat tidak fit, tetapi tetap saja mau berproduksi.
Lain masalahnya kalau proses nyulamnya memang tinggi, yakni bulu banyak
sekali yang berjatuhan, maka Anda harus bersabar untuk menunggu burung
menyelesaikan masa mabung, rekondisi dan siap lagi berproduksi.
KENDALA UTAMA PENANGKARAN
Penjodohan
Dalam
penjodohan burung untuk penangkaran, kesulitan utama adalah menyamakan
masa birahi burung. Sebab, apabila burung tidak sama masa birahinya,
maka penjodohan sulit dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memberikan asupan
pakan yang bisa memunculkan birahi burung, baik untuk jantan ataupun
betina.
Dalam kaitan ini, disarankan Anda menggunakan multivitamin
dan multi mineral yang dilengkapi dengan suplemen lengkap dan seimbang
disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan
burung indukan. Anda bisa misalnya menggunakan BirdMature.
Fungsi utama BirdMature/BMR
adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi
burung. BMR sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh para penangkar
sehingga mencapai produksi burung yang optimal.
Macet produksi
Banyak
sekali kasus burung macet produksi. Meskipun indukan jantan dan betina
terlihat sehat, namun ternyata keduanya tidak juga melakukan perkawinan.
Atau kalau melakukan perkawinan tidak terjadi pembuahan. Tanda tidak
ada pembuahan adalah telur yang kosong sampai masa pengeraman berakhir.
Sebenarnya,
macet produksi dalam kasus di atas adalah karena datangnya masa birahi
burung pasca telur menetas tidak berbarengan. Dengan demikian, dalam
kasus ini juga disarankan menggunakan BirdMature sehingga muncul birahi
jantan dan betina pada saat yang bersamaan.
Fungsi utama BirdMature
memang meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi
burung. Namun dia memiliki fungsi lain, yakni meningkatkan daya tahan
tubuh piyikan (burung-burung muda), menormalkan sistem kekebalan tubuh
piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.
Banyak
burung piyikan mati disebabkan dia kekurangan asupan yang seharusnya
tersimpan secara normal ketika dia masih dalam bentuk telur. Dengan
pemberian BirdMature, risiko kematian anakan piyikan burung bisa
ditekan.@ariesmunandi

Baca juga  Si cantik amadine yang menggoda untuk ditangkarkan

Informasi lain seputar rawatan harian cucak hijau disini

sumber; 
omkicau.com
berbagai sumber

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*